Sudah satu tahun berlalu sejak aku berkecimpung di dunia blog. Dulu aku tak pernah berpikir untuk memulai blogging di dunia maya ini. Tapi, semua hal tentang dunia blog yang aku ketahui sekarang berawal dari tugas yang diberikan oleh guru TIK SMA tempat aku belajar, Pak Ihsan, lebih tepatnya lagi Ihsan Zakian, sekitar bulan April 2009. Jujur saja, aku memulai blogging karena keterpaksaan untuk mengejar nilai tugas TIK. Waktu itu Pak Ihsan memberikan tugas membuat blog dengan situs blog gratis, Blogspot. Blog tersebut harus diisi dengan posting, Alexa Traffic Ranking (mengukur tingkat kepopuleran blog), dan kolom iklan. Tugas tersebut semuanya dikumpulkan di http://computer.myzakian.com, website-nya Pak Ihsan.
Kebanyakan dari temanku hanya sekadar menunaikan kewajiban saja dan setelah itu blog-nya terbengkalai begitu saja. Tapi aku berpikiran lain. Apa salahnya mencoba meneruskan dan membuat posting-posting yang lain? Rasanya sayang juga kalau membiarkan blog yang sudah dibuat terbengkalai. Lagi pula, aku memang punya hobi menulis dan mengungkapkan apa yang ada di dalam kepalaku. Berawal dari alasan seperti itu aku memulai langkah untuk menulis segala hal yang aku rasakan di dalam blog ini. Harapan dan tujuan aku blogging sebenarnya pernah aku tulis di posting pertama blog ini dengan judul 'WELCOME TO MY BLOG (INTRODUCTION)' yang diterbitkan pada tanggal 17 April 2009. Sementara itu, posting hari ini adalah posting ke-66 dan ada dua entri lagi yang belum diterbitkan.
Kira-kira tiga bulan setelah mencoba Blogspot, aku membuat blog baru di situs Tumblr. Bagiku, ada perbedaan fungsi mendasar yang membedakan Blogspot dan Tumblr. Aku menuliskan berbagai pengalaman pribadi dan pemikiranku di Blogspot. Sementara itu, Tumblr aku pakai untuk menulis cerita-cerita ringan yang terjadi di sekitarku. Penggunaan bahasanya juga lebih santai di Tumblr dari pada Blogspot. Aku masih aktif posting entri di Blogspot dan Tumblr, walaupun aku lebih suka posting entri di Tumblr daripada Blogspot. Situs Tumblr menyajikan berbagai informasi menarik, kreatif, unik, dan inovatif serta jumlah pengguna yang banyak. Tetapi aku akan berusaha konsisten untuk menulis di blog punyaku di Blogspot dan juga Tumblr. Aku tidak ingin berhenti di tengah-tengah, bahkan aku berencana membuat blog di Wordpress yang berisi tentang berbagai peristiwa menarik yang terjadi di dunia ini. Oh iya, alasanku membuat blog di situs-situs yang berbeda adalah membandingkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki situs-situs tersebut. Lagi pula aku tidak ingin mengembangkan blog secara monoton.
Ternyata, setelah menjalani semua ini selama satu tahun, aku menyadari betapa blogging itu menyenangkan. Aku lebih suka langsung menulis di blog ini dari pada menulis terlebih dahulu di selembar kertas. Mungkin kalau blog itu tulisannya rapi dan enak dipandang, haha. Harapanku ke depan adalah aku masih ingin terus menulis dan membagi ide, cerita dan gagasanku kepada dunia ini.
Ah, blogging, hobi yang berawal dari keterpaksaan. Mungkin aku akan menemukan hobi-hobi lain yang berawal dari keterpaksaan, haha :))
Here we go, life is waiting to begin! Life is the adventure :)
Menjelang Detik-Detik Hari Kelulusan
Beberapa jam lagi hari penentuan itu akan tiba. Hari penentuan di mana kita, siswa-siswi SMA angkatan 2010, akan menerima kabar kelulusan UN. Banyak di antara teman-temanku yang berharap sambil cemas dan galau menunggu kabar kelulusan itu. Padahal jauh hari sebelum hari pengumuman kelulusan itu tiba, kita malah merasa biasa dan tenang-tenang saja. Tak terpikirkan sebelumnya kalau ternyata beberapa hari menjelang pengumuman itu justru ketegangan datang menghampiri dan semakin memuncak seiring mendekatnya hari penentuan itu. Semoga saja besok kita semua menerima kabar baik bahwa kita menerima surat kelulusan, Amin. Sebenarnya kalau kita memerhatikan kebijakan pemerintah, besok (26/04) bukanlah pengumuman untuk menentukan siswa yang lulus dan tidak lulus, akan tetapi pengumuman siswa yang lulus dan mengulang kembali (remedial) UN. Walaupun namanya remedial, tetap saja kita maunya lulus hanya dengan satu kali ujian.
Menjelang hari pengumuman tiba, aku merenungi kembali segala hal dan peristiwa yang terjadi sebelum UN. Ternyata, setelah aku renungkan dan flash back ke masa lalu, tanpa sadar aku sudah banyak membuang waktu dengan percuma tanpa mempersiapkan UN secara matang. Aku teringat kembali tentang kelakuanku saat semester pertama kelas XII, saat pertama kalinya aku mabal pelajaran yang sedang tidak aku suka, kemudian saat pemantapan UN malah tidak memerhatikan guru (soalnya aku kadang enggak ngerti apa yang lagi dibahas oleh guru), sudah dibiayai les di SSC malah datang telat dan tidur di kelas, dan menjelang UN malah semakin banyak main, terutama main kartu poker di kelas. Aku mulai berlatih soal-soal malah beberapa minggu menjelang ujian dan semakin intensif saat UN tinggal satu minggu lagi. Aku teringat kembali akan buku-buku pemantapan yang banyak kosong tak terisi karena malas mencatat saat pemantapan UN. Hanya di awal-awal saja aku semangat mengikuti pemantapan. Selanjutnya jadi malas, walaupun aku masuk kelas terus saat pemantapan. Maklum, tingkat kejenuhan semakin meningkat seiring dengan mendekatnya UN. Suasana bertambah jenuh dan konsentrasi terbagi dengan kenyataan bahwa aku bukan hanya menghadapai UN, tetapi juga tes masuk PTN.
Beberapa hari menjelang UN, bukan hanya sibuk belajar saja, tetapi juga sibuk mempersiapkan dan mencari bocoran kunci jawaban UN kepada oknum tertentu. Aku ingat waktu di kelas, semua anak kelas berunding untuk membeli kunci jawaban UN dengan harga Rp55.000,00 per orang. Sebenarnya aku prihatin dengan kelakuan ini, tapi aku juga memahami kalau mereka sebenarnya melakukan itu karena dihinggapi rasa takut dan cemas akan kegagalan mengerjakan soal. Manusia itu memiliki rasa takut karena tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Waktu itu aku bilang, "Daripada dipakai buat beli bocoran, mending dipakai buat beli CD porno!". Yah, aku memang sensitif dengan hal-hal seperti itu yang bertentangan dengan prinsip hidupku.
Tiga hari menjelang UN, tepatnya hari Jumat, sekolah mengadakan doa bersama menjelang UN. Acara doa dan pemberian motivasi bagi siswa ini tidak aku ikuti dengan serius. Tetap saja banyak ketawa, malah sibuk ngobrol sendiri, dan tidur pada saat acara berlangsung. Saat muhasabah berlangsung, barulah kondisi dan suasana mulai serius karena cara bicara pemateri yang begitu menggebu-gebu dan penuh penghayatan. Acara terakhir ditutup dengan salam dan saling bermaaf-maafkan sambil meminta doa kelancaran untuk ujian.
Akhirnya hari-H tiba juga. Aku melangkahkan kaki ke sekolah dengan persiapan UN seada dan sebisa yang aku persiapkan. Aku ingat hari pertama UN, Senin, 22 Maret 2010 adalah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Satu hal yang akan selalu aku ingat sebelum masuk ruang ujian adalah anak-anak kelas sibuk menghimpun dan mengumpulkan bocoran kunci jawaban yang sudah beredar lewat SMS. Beberapa jam sebelum ujian, ada beberapa oknum yang telah dibayar mengerjakan soalnya dan mengedarkan jawabannya pada pagi hari. Kalau anak-anak kelas lain melakukannya di rumah tertentu yang sudah disepakati, kelas aku melakukannya di depan kelas ruang ujian. Untungnya ruang ujian kelas aku berada di tempat yang tidak begitu mencolok dan tidak terlihat oleh panitia dan pengawas ujian. Begitulah selama seminggu praktik itu berlangsung.
Masalah muncul begitu ternyata kunci bocoran dan jawaban dari soal begitu jauh berbeda. Hal itu terjadi pada saat ujian hari pertama. Banyak jawaban yang tidak akurat dan menyesatkan. Katanya sih, soal yang aslinya diduga bocor sehingga diganti dengan soal cadangan lainnya, makanya kuncinya juga jadi berbeda lagi (Aku sendiri tidak mengerti soal yang begini). Lalu, ada cerita dari teman juga kalau ada anak suatu sekolah yang menggunakan kunci bocoran dan begitu tersadar, itu adalah kunci yang berbeda kode dengan kode soal yang dia kerjakan. Waduh, gawat juga kalau begitu, ckck. Kalau tidak salah, entah hari Kamis atau Jumat, bocoran kunci justru datang dari Garut! Katanya sih memang benar jawabannya. Walaupun bocoran sudah beredar luas, teman-temanku tidak begitu saja percaya dan mengikuti bocoran itu. Ada beberapa teman yang pintar dan cerdas memastikan keakuratan dari kunci bocoran. Istilahnya 'tembus' dan 'tidak tembus'.
Aku sendiri hanya mengamati kelakuan mereka saja. Aku tidak menggunakan bocoran itu, meskipun sebelumnya aku mencatat bocoran itu karena penasaran dengan tingkat keakuratannya. Ternyata tingkat persiapan menentukan juga pada saat mengerjakan soal. Jujur saja, saat materi ujian memasuki pelajaran MIPA, aku tidak begitu lancar mengisi jawabannya. Di setiap mata pelajaran MIPA, ada 10-15 soal yang aku tembak dari 40 soal. Paling parah ya matematika, dari 40 soal kurang lebih yang dikerjakan hanya 24 soal saja. Sisanya apalagi kalau tidak ditembak? Mungkin kalau dirata-rata, hasil ujiannya sedikit di atas level pas-pasan (Insya Allah LULUS, amin).
Ada satu hal lagi yang membuatku jengkel dan kesal selain masalah bocoran itu, yaitu kesombongan pemerintah yang menjamin soal UN tidak akan bocor. Oke, secara prosedur tetap dan teori aku akui itu bagus. Tapi pada praktik dan kondisi lapangan, siapa yang tahu hal begitu bisa dijamin? Semua hal seperti itu bergantung pada mental individu masing-masing. Pemerintah jangan naif dan menafikan soal kebocoran UN. Ini sudah menjadi rahasia umum di dunia pendidikan kita.
Kini, UN telah berlalu dan tiba juga saatnya hari pengumuman. Menjelang detik-detik hari penentuan ini ketegangan semakin memuncak di benak seluruh angkatan 2010. Hal yang wajar sebagai sifat alami dari manusia yang mencemaskan dan mengkhawatirkan masa depan yang tak pasti. Tapi, setahap demi setahap, tirai ketidakpastian masa depan itu akan tersibak seiring dengan berjalannya waktu. Apapun yang terjadi nanti, kita harus mempersiapkan mental kita. Kalau lulus, alhamdulillah harus disyukuri. Kalau tidak, bukan berarti tidak lulus. Hanya saja harus diremedial satu kali lagi, artinya masih ada kesempatan satu kali lagi. Jangan sampai jatuh pada depresi dan frustrasi, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah sama sekali. Hmm, bicara itu memang paling gampang, tapi praktiknya belum tentu bisa setegar itu.
Disaat tukang pos begitu penting-@reizaa via Twitter
Menjelang hari pengumuman tiba, aku merenungi kembali segala hal dan peristiwa yang terjadi sebelum UN. Ternyata, setelah aku renungkan dan flash back ke masa lalu, tanpa sadar aku sudah banyak membuang waktu dengan percuma tanpa mempersiapkan UN secara matang. Aku teringat kembali tentang kelakuanku saat semester pertama kelas XII, saat pertama kalinya aku mabal pelajaran yang sedang tidak aku suka, kemudian saat pemantapan UN malah tidak memerhatikan guru (soalnya aku kadang enggak ngerti apa yang lagi dibahas oleh guru), sudah dibiayai les di SSC malah datang telat dan tidur di kelas, dan menjelang UN malah semakin banyak main, terutama main kartu poker di kelas. Aku mulai berlatih soal-soal malah beberapa minggu menjelang ujian dan semakin intensif saat UN tinggal satu minggu lagi. Aku teringat kembali akan buku-buku pemantapan yang banyak kosong tak terisi karena malas mencatat saat pemantapan UN. Hanya di awal-awal saja aku semangat mengikuti pemantapan. Selanjutnya jadi malas, walaupun aku masuk kelas terus saat pemantapan. Maklum, tingkat kejenuhan semakin meningkat seiring dengan mendekatnya UN. Suasana bertambah jenuh dan konsentrasi terbagi dengan kenyataan bahwa aku bukan hanya menghadapai UN, tetapi juga tes masuk PTN.
Beberapa hari menjelang UN, bukan hanya sibuk belajar saja, tetapi juga sibuk mempersiapkan dan mencari bocoran kunci jawaban UN kepada oknum tertentu. Aku ingat waktu di kelas, semua anak kelas berunding untuk membeli kunci jawaban UN dengan harga Rp55.000,00 per orang. Sebenarnya aku prihatin dengan kelakuan ini, tapi aku juga memahami kalau mereka sebenarnya melakukan itu karena dihinggapi rasa takut dan cemas akan kegagalan mengerjakan soal. Manusia itu memiliki rasa takut karena tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Waktu itu aku bilang, "Daripada dipakai buat beli bocoran, mending dipakai buat beli CD porno!". Yah, aku memang sensitif dengan hal-hal seperti itu yang bertentangan dengan prinsip hidupku.
Tiga hari menjelang UN, tepatnya hari Jumat, sekolah mengadakan doa bersama menjelang UN. Acara doa dan pemberian motivasi bagi siswa ini tidak aku ikuti dengan serius. Tetap saja banyak ketawa, malah sibuk ngobrol sendiri, dan tidur pada saat acara berlangsung. Saat muhasabah berlangsung, barulah kondisi dan suasana mulai serius karena cara bicara pemateri yang begitu menggebu-gebu dan penuh penghayatan. Acara terakhir ditutup dengan salam dan saling bermaaf-maafkan sambil meminta doa kelancaran untuk ujian.
Akhirnya hari-H tiba juga. Aku melangkahkan kaki ke sekolah dengan persiapan UN seada dan sebisa yang aku persiapkan. Aku ingat hari pertama UN, Senin, 22 Maret 2010 adalah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Satu hal yang akan selalu aku ingat sebelum masuk ruang ujian adalah anak-anak kelas sibuk menghimpun dan mengumpulkan bocoran kunci jawaban yang sudah beredar lewat SMS. Beberapa jam sebelum ujian, ada beberapa oknum yang telah dibayar mengerjakan soalnya dan mengedarkan jawabannya pada pagi hari. Kalau anak-anak kelas lain melakukannya di rumah tertentu yang sudah disepakati, kelas aku melakukannya di depan kelas ruang ujian. Untungnya ruang ujian kelas aku berada di tempat yang tidak begitu mencolok dan tidak terlihat oleh panitia dan pengawas ujian. Begitulah selama seminggu praktik itu berlangsung.
Masalah muncul begitu ternyata kunci bocoran dan jawaban dari soal begitu jauh berbeda. Hal itu terjadi pada saat ujian hari pertama. Banyak jawaban yang tidak akurat dan menyesatkan. Katanya sih, soal yang aslinya diduga bocor sehingga diganti dengan soal cadangan lainnya, makanya kuncinya juga jadi berbeda lagi (Aku sendiri tidak mengerti soal yang begini). Lalu, ada cerita dari teman juga kalau ada anak suatu sekolah yang menggunakan kunci bocoran dan begitu tersadar, itu adalah kunci yang berbeda kode dengan kode soal yang dia kerjakan. Waduh, gawat juga kalau begitu, ckck. Kalau tidak salah, entah hari Kamis atau Jumat, bocoran kunci justru datang dari Garut! Katanya sih memang benar jawabannya. Walaupun bocoran sudah beredar luas, teman-temanku tidak begitu saja percaya dan mengikuti bocoran itu. Ada beberapa teman yang pintar dan cerdas memastikan keakuratan dari kunci bocoran. Istilahnya 'tembus' dan 'tidak tembus'.
Aku sendiri hanya mengamati kelakuan mereka saja. Aku tidak menggunakan bocoran itu, meskipun sebelumnya aku mencatat bocoran itu karena penasaran dengan tingkat keakuratannya. Ternyata tingkat persiapan menentukan juga pada saat mengerjakan soal. Jujur saja, saat materi ujian memasuki pelajaran MIPA, aku tidak begitu lancar mengisi jawabannya. Di setiap mata pelajaran MIPA, ada 10-15 soal yang aku tembak dari 40 soal. Paling parah ya matematika, dari 40 soal kurang lebih yang dikerjakan hanya 24 soal saja. Sisanya apalagi kalau tidak ditembak? Mungkin kalau dirata-rata, hasil ujiannya sedikit di atas level pas-pasan (Insya Allah LULUS, amin).
Ada satu hal lagi yang membuatku jengkel dan kesal selain masalah bocoran itu, yaitu kesombongan pemerintah yang menjamin soal UN tidak akan bocor. Oke, secara prosedur tetap dan teori aku akui itu bagus. Tapi pada praktik dan kondisi lapangan, siapa yang tahu hal begitu bisa dijamin? Semua hal seperti itu bergantung pada mental individu masing-masing. Pemerintah jangan naif dan menafikan soal kebocoran UN. Ini sudah menjadi rahasia umum di dunia pendidikan kita.
Kini, UN telah berlalu dan tiba juga saatnya hari pengumuman. Menjelang detik-detik hari penentuan ini ketegangan semakin memuncak di benak seluruh angkatan 2010. Hal yang wajar sebagai sifat alami dari manusia yang mencemaskan dan mengkhawatirkan masa depan yang tak pasti. Tapi, setahap demi setahap, tirai ketidakpastian masa depan itu akan tersibak seiring dengan berjalannya waktu. Apapun yang terjadi nanti, kita harus mempersiapkan mental kita. Kalau lulus, alhamdulillah harus disyukuri. Kalau tidak, bukan berarti tidak lulus. Hanya saja harus diremedial satu kali lagi, artinya masih ada kesempatan satu kali lagi. Jangan sampai jatuh pada depresi dan frustrasi, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah sama sekali. Hmm, bicara itu memang paling gampang, tapi praktiknya belum tentu bisa setegar itu.
Disaat tukang pos begitu penting-@reizaa via Twitter
photography session #22 'we have a same dream to wear a yellow jacket :)'
Diposting oleh
piece of my world :)
on Sabtu, April 17, 2010
Label:
photography session,
story
/
Comments: (0)
2 Maret 2010. Aku mulai memasuki etape akhir terberat SMA yang harus kulalui: UN dan persiapan ujian SIMAK UI. Mulai hari itu setiap selasa, kamis, dan sabtu, aku-mau tidak mau-mengikuti intensif SIMAK UI khusus IPS di SSC Jl. Diponegoro. Aku ingat hari pertama les adalah pelajaran matematika dan datang telat 30 menit, haha :)) Waktu itu kelas masih belum dibagi jadi dua sehingga begitu aku masuk, kelas sudah hampir terisi penuh. Hari pertama masuk, teman yang pertama kali aku kenal adalah Lidhiya, anak SMAN 1 Bandung. Jurusan yang dia pilih adalah Psikologi UI. Waktu awal masuk semuanya berjalan seperti biasa saja, tidak ada kesan-kesan sama sekali. Tapi dalam hati, sebenarnya aku ingin mengenal teman-teman baruku lebih jauh lagi, saling berbagi mimpi kuliah di UI. Intinya, aku ingin mengenal mereka, tapi aku malu untuk bertanya.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai akrab dengan teman-teman baruku. Apalagi setelah kelas dibagi menjadi dua. Aku kebagian di R.534 bersama delapan temanku (mereka inilah yang paling sering nongol di kelas) dan dua orang lagi yang jarang hadir di kelas. Mereka adalah Idzan, Mega, Tami, Icha, Finna, Blenda, Dea dan Lidhiya. Yep, 2 laki berbanding 6 wanita. Kadang kalau tidak ada Idzan, jadi 1 laki berbanding 6 wanita, hahaha. "Dikelilingi wanita, serasa jadi raja Arab!" begitulah kata Dea.
Menurutku, orang yang paling meramaikan suasana kelas adalah Icha dan Finna. Si Icha tukang nyeletuk dan Finna si jago ketawa dan nge-garing. Gara-gara mereka suasana kelas jadi hangat dan ramai. Pernah kita bermimpi membayangkan rasanya jadi anak kosan, padahal diterima saja belum, hahaha :))
kiri atas: Idzan dan aku kiri bawah: Mega dan Tami
Hari terakhir les intensif SIMAK UI :'( (9/4/10)
Seiring berjalannya waktu, aku mulai akrab dengan teman-teman baruku. Apalagi setelah kelas dibagi menjadi dua. Aku kebagian di R.534 bersama delapan temanku (mereka inilah yang paling sering nongol di kelas) dan dua orang lagi yang jarang hadir di kelas. Mereka adalah Idzan, Mega, Tami, Icha, Finna, Blenda, Dea dan Lidhiya. Yep, 2 laki berbanding 6 wanita. Kadang kalau tidak ada Idzan, jadi 1 laki berbanding 6 wanita, hahaha. "Dikelilingi wanita, serasa jadi raja Arab!" begitulah kata Dea.
Menurutku, orang yang paling meramaikan suasana kelas adalah Icha dan Finna. Si Icha tukang nyeletuk dan Finna si jago ketawa dan nge-garing. Gara-gara mereka suasana kelas jadi hangat dan ramai. Pernah kita bermimpi membayangkan rasanya jadi anak kosan, padahal diterima saja belum, hahaha :))
kiri atas: Idzan dan aku kiri bawah: Mega dan TamiOke, sekarang langsung saja aku menyampaikan kesan-kesan pertama bertemu teman-teman baruku ini, dimulai dari yang paling menonjol di kelas:
1. Icha (Rizka Sucianty Gunawan): Anak asli Sumedang ini punya hobi nyeletuk sana-sini dan paling aktif berbicara. Sudah alumni dan berumur 19 tahun. Kata aku sih anaknya Tomboy, ditambah dengan rambut pendek dan celana pendek tiap kali les, hahaha :))
2. Finna (Alifinna Mayshadika M.): Anak SMAN 3, awalnya aku kira anak biasa aja. Tapi temanku di SMAN 3, Bajje, bilang kalau Finna anaknya berisik dan rame abis. Hmm, awalnya aku tidak percaya. Eh, semakin ke sini bener juga apa kata Bajje. Di kelas intensif, dia paling jago dalam masalah ketawa dan nge-garing! Tipe yang supel dan cepat bergaul.
3. Idzan (Akhmad Hafidzan Adzani): Anak SMAN 3 juga dan waktu pertama kali kenal dia, maunya pilih jurusan HI. Tapi entah benar atau enggak dia memilih jurusan itu. Anaknya cukup berwawasan luas dan sepertinya sangat akrab dan punya banyak kenalan perempuan :)) haha
4. Tami (Roberta Octami Sorongan): Pertama kali melihat dia, aku menyangka dia adalah alumni dan sudah kuliah. Maklum dandanannya kelihatan dewasa dengan rambut pendeknya, kacamata, dan scarf yang selalu melilit di lehernya. Tapi aku kaget saat dia bilang masih sekolah di SMAN 3 Bandung, ditambah lagi dengan fakta bahwa dia umurnya dua tahun lebih muda dari aku dan yang lainnya! (kelahiran 1994). Ternyata dia ikut kelas akselerasi di SMP dan SMA. Pantas saja. Satu hal yang akan aku ingat adalah aku dan dia selalu masuk dalam formasi anak-anak paling telat pulang, haha.
5. Blenda (Blenda Wijoyo): Anak SMAN 3 Bandung juga, emm..kesan khususnya apa ya? haha :))
6. Lidhiya (Lidhiya Safroh Khaira Ummah): Anak SMAN 1 Bandung dan dia adalah orang yang pertama kali aku kenal di tempat les. Satu hal yang menjadi ciri khasnya adalah suaranya yang lembut dan kecil.
7. Mega: Anak SMAN 5 Bandung. Tapi waktu pertama kali aku kenal, kesannya dia seperti yang sudah kuliah, ckckck.
8. Dea (Mutia Amalia): Anak SMAN 3 Bandung, menurutku dia cukup perkasa untuk seorang wanita. Terlihat dari gaya bicara dan topik pembicaraannya. Kata Bajje, dia adalah anak KANST (keamanan 3) sekaligus Kioser (tongkrongan anak 3). Meskipun begitu, dia rame kalau diajak ngobrol santai.
1. Icha (Rizka Sucianty Gunawan): Anak asli Sumedang ini punya hobi nyeletuk sana-sini dan paling aktif berbicara. Sudah alumni dan berumur 19 tahun. Kata aku sih anaknya Tomboy, ditambah dengan rambut pendek dan celana pendek tiap kali les, hahaha :))
2. Finna (Alifinna Mayshadika M.): Anak SMAN 3, awalnya aku kira anak biasa aja. Tapi temanku di SMAN 3, Bajje, bilang kalau Finna anaknya berisik dan rame abis. Hmm, awalnya aku tidak percaya. Eh, semakin ke sini bener juga apa kata Bajje. Di kelas intensif, dia paling jago dalam masalah ketawa dan nge-garing! Tipe yang supel dan cepat bergaul.
3. Idzan (Akhmad Hafidzan Adzani): Anak SMAN 3 juga dan waktu pertama kali kenal dia, maunya pilih jurusan HI. Tapi entah benar atau enggak dia memilih jurusan itu. Anaknya cukup berwawasan luas dan sepertinya sangat akrab dan punya banyak kenalan perempuan :)) haha
4. Tami (Roberta Octami Sorongan): Pertama kali melihat dia, aku menyangka dia adalah alumni dan sudah kuliah. Maklum dandanannya kelihatan dewasa dengan rambut pendeknya, kacamata, dan scarf yang selalu melilit di lehernya. Tapi aku kaget saat dia bilang masih sekolah di SMAN 3 Bandung, ditambah lagi dengan fakta bahwa dia umurnya dua tahun lebih muda dari aku dan yang lainnya! (kelahiran 1994). Ternyata dia ikut kelas akselerasi di SMP dan SMA. Pantas saja. Satu hal yang akan aku ingat adalah aku dan dia selalu masuk dalam formasi anak-anak paling telat pulang, haha.
5. Blenda (Blenda Wijoyo): Anak SMAN 3 Bandung juga, emm..kesan khususnya apa ya? haha :))
6. Lidhiya (Lidhiya Safroh Khaira Ummah): Anak SMAN 1 Bandung dan dia adalah orang yang pertama kali aku kenal di tempat les. Satu hal yang menjadi ciri khasnya adalah suaranya yang lembut dan kecil.
7. Mega: Anak SMAN 5 Bandung. Tapi waktu pertama kali aku kenal, kesannya dia seperti yang sudah kuliah, ckckck.
8. Dea (Mutia Amalia): Anak SMAN 3 Bandung, menurutku dia cukup perkasa untuk seorang wanita. Terlihat dari gaya bicara dan topik pembicaraannya. Kata Bajje, dia adalah anak KANST (keamanan 3) sekaligus Kioser (tongkrongan anak 3). Meskipun begitu, dia rame kalau diajak ngobrol santai.
Hari terakhir les intensif SIMAK UI :'( (9/4/10)Petemuan demi pertemuan telah dilalui sampai akhirnya tiba juga hari di mana masa intensif telah selesai. Meskipun baru saja saling mengenal selama satu bulan, tapi rasanya seperti yang sudah akrab selama satu tahun. Mungkin itu semua karena kita memiliki mimpi dan tujuan yang sama. Sangat menyenangkan kita bisa saling berbagi mimpi-mimpi yang kita miliki.
Terakhir, kita main bareng ke Ciwalk pada tanggal 12 April 2010. Meskipun waktu itu badan terasa sangat capek karena UAS praktik olah raga, aku tetap datang main untuk melepas rasa lelahku. Di sana makan-makan, karaokean, dan photobox (itu pertama kalinya aku mencoba seperti apa rasanya photobox itu). Kapan lagi ya kita bisa main seperti itu, hahaha :))
Terakhir, kita main bareng ke Ciwalk pada tanggal 12 April 2010. Meskipun waktu itu badan terasa sangat capek karena UAS praktik olah raga, aku tetap datang main untuk melepas rasa lelahku. Di sana makan-makan, karaokean, dan photobox (itu pertama kalinya aku mencoba seperti apa rasanya photobox itu). Kapan lagi ya kita bisa main seperti itu, hahaha :))
semoga kita semua bisa bertemu lagi di kampus impian kita dengan jaket almamater kuning, amin. Because we have a same dream to wear a yellow jacket :)
photo 1 and 3 taken at Ciwalk, Monday, April, 12, 2010
photo 2 taken by me at SSC Diponegoro, Friday, April 9, 2010
photo 2 taken by me at SSC Diponegoro, Friday, April 9, 2010
Banyak Jalan Menuju Roma
Belakangan ini aku sering merasa gelisah, galau, khawatir, cemas, dan perasaan-perasaan lain yang satu kelompok dengan rasa takut. Maklumlah kalau aku merasakan hal seperti itu, karena saat ini aku berada di akhir kelas XII dan menunggu pengumuman kelulusan SMA dan perguruan tinggi. Begitupun dengan teman-temanku angkatan 2010. Inilah salah satu bagian dari ujian hidup yang harus dilewati.
Minggu lalu aku mengikuti ujian SIMAK UI. Jurusan yang aku ambil ada tiga, HI, ilmu politik, dan sastra Jepang. Kekhawatiranku mulai muncul setelah ujian SIMAK UI selesai. Aku tidak mengisi jawaban dengan maksimal saat mengerjakan ujian karena soalnya tergolong sulit dan tertekan secara mental dengan suasana tegang di ruang ujian. Hasilnya, dari total 120 soal yang diujikan (60 soal kemampuan dasar dan 60 soal kemampuan IPS), kira-kira sekitar 40 soal yang berhasil dijawab. Itu pun tidak semuanya diisi benar. Sekarang aku hanya bisa pasrah dan berdoa dalam kegelisahan ini agar saat pengumuman ujian 15 Mei nanti, aku diterima di kampus impianku. Amiin :)
Kemudian minggu depan masih ada ujian SMUP UNPAD yang harus harus ditempuh. Kalau dibandingkan dengan UI, soal ujiannya lebih mudah karena yang diujikan hanya TKA (Tes Kemampuan Akademik-Matematika dasar, bahasa Indonesia, bahasa Inggris) dan TKB (Tes Kemampuan Bakat-semacam TPA). Jurusan yang aku ambil ada dua, HI dan sastra Jepang. Rencananya dalam kondisi buruk (semoga saja tidak terjadi), jika UNPAD diterima tetapi UI tidak diterima, aku langsung mengambil UNPAD. Jadi istilahnya UNPAD menjadi cadangan. Berkaca dari pengalaman saat mengerjakan soal SIMAK UI, semoga saja soal SMUP UNPAD bisa dikerjakan lebih baik.
Tapi ada satu hal yang jauh lebih penting daripada sekadar mengerjakan soal-soal ujian berbagai perguruan tinggi, yaitu bagaimana cara menyikapi jalan kehidupan yang akan kita tempuh. Kita memang tidak tahu masa depan seperti apa yang akan kita temui kelak. Tapi kita sudah hampir memasuki usia dewasa, jadi cara bersikap juga harus lebih dewasa, bijak, dan siap menanggung segala konsekuensi yang akan dihadapi.
Jika kita berhasil menempuh ujian ini, tentunya harus disyukuri karena tidak semua orang bernasib sama atau mujur. Ada juga orang yang gagal dan harus mencoba lagi. Satu hal lagi, jangan terlena dengan keberhasilan sesaat ini. Segera rencanakan apa saja yang akan dilakukan saat kuliah nanti sebagai modal awal untuk bekerja dan hidup mandiri. Malu kan kalau sudah besar tapi hidup masih bergantung kepada orang lain? Kalaupun gagal, jangan sampai terpuruk dalam kegagalan itu, segera cari peluang-peluang lain yang ada karena hidup ini penuh dengan peluang dan jalan. Kalau sampai stres gara-gara gagal juga kan tidak akan menyelesaikan masalah.
Bukankah kita sering mendengar ungkapan 'Banyak jalan menuju Roma'. Untuk menuju Roma di Italia, bisa saja kita langsung memakai pesawat, memutari lautan dengan kapal, ataupun lewat darat sambil singgah di berbagai negara dulu. Begitupun juga saat meyikapi kegagalan. Saat kita gagal menempuh cara pertama, pilih cara yang kedua. Bila gagal juga, pilih cara ketiga, dan seterusnya sampai kita berhasil mencapai tujuan yang diinginkan, walaupun cara yang harus ditempuh itu berputar kesana kesini, naik turun, dan ke kanan lalu ke kiri dulu. Boleh saja menempuh cara apapun, asalkan halal dan tidak merugikan orang lain, hehe. Hal ini tidak hanya berlaku untuk menghadapi ujian saat ini, tapi juga di waktu-waktu lain saat dihadapkan pada ujian kehidupan yang mengharuskan kita untuk mengambil satu pilihan.
Terakhir, apapun pilihan yang diambil, jangan lupa berdoa, berikhtiar, sabar, dan tawakal kepada Allah, karena hanya dengan mengingat-Nya kita bisa merasakan ketenangan, sesulit apapun kondisi hidup yang kita alami. Sukses buat 2010! :D Don't ever give up just try and try to get what you want
Ya Allah, berikanlah kekuatan padaku untuk tetap konsisten dengan ucapanku, amin..
Minggu lalu aku mengikuti ujian SIMAK UI. Jurusan yang aku ambil ada tiga, HI, ilmu politik, dan sastra Jepang. Kekhawatiranku mulai muncul setelah ujian SIMAK UI selesai. Aku tidak mengisi jawaban dengan maksimal saat mengerjakan ujian karena soalnya tergolong sulit dan tertekan secara mental dengan suasana tegang di ruang ujian. Hasilnya, dari total 120 soal yang diujikan (60 soal kemampuan dasar dan 60 soal kemampuan IPS), kira-kira sekitar 40 soal yang berhasil dijawab. Itu pun tidak semuanya diisi benar. Sekarang aku hanya bisa pasrah dan berdoa dalam kegelisahan ini agar saat pengumuman ujian 15 Mei nanti, aku diterima di kampus impianku. Amiin :)
Kemudian minggu depan masih ada ujian SMUP UNPAD yang harus harus ditempuh. Kalau dibandingkan dengan UI, soal ujiannya lebih mudah karena yang diujikan hanya TKA (Tes Kemampuan Akademik-Matematika dasar, bahasa Indonesia, bahasa Inggris) dan TKB (Tes Kemampuan Bakat-semacam TPA). Jurusan yang aku ambil ada dua, HI dan sastra Jepang. Rencananya dalam kondisi buruk (semoga saja tidak terjadi), jika UNPAD diterima tetapi UI tidak diterima, aku langsung mengambil UNPAD. Jadi istilahnya UNPAD menjadi cadangan. Berkaca dari pengalaman saat mengerjakan soal SIMAK UI, semoga saja soal SMUP UNPAD bisa dikerjakan lebih baik.
Tapi ada satu hal yang jauh lebih penting daripada sekadar mengerjakan soal-soal ujian berbagai perguruan tinggi, yaitu bagaimana cara menyikapi jalan kehidupan yang akan kita tempuh. Kita memang tidak tahu masa depan seperti apa yang akan kita temui kelak. Tapi kita sudah hampir memasuki usia dewasa, jadi cara bersikap juga harus lebih dewasa, bijak, dan siap menanggung segala konsekuensi yang akan dihadapi.
Jika kita berhasil menempuh ujian ini, tentunya harus disyukuri karena tidak semua orang bernasib sama atau mujur. Ada juga orang yang gagal dan harus mencoba lagi. Satu hal lagi, jangan terlena dengan keberhasilan sesaat ini. Segera rencanakan apa saja yang akan dilakukan saat kuliah nanti sebagai modal awal untuk bekerja dan hidup mandiri. Malu kan kalau sudah besar tapi hidup masih bergantung kepada orang lain? Kalaupun gagal, jangan sampai terpuruk dalam kegagalan itu, segera cari peluang-peluang lain yang ada karena hidup ini penuh dengan peluang dan jalan. Kalau sampai stres gara-gara gagal juga kan tidak akan menyelesaikan masalah.
Bukankah kita sering mendengar ungkapan 'Banyak jalan menuju Roma'. Untuk menuju Roma di Italia, bisa saja kita langsung memakai pesawat, memutari lautan dengan kapal, ataupun lewat darat sambil singgah di berbagai negara dulu. Begitupun juga saat meyikapi kegagalan. Saat kita gagal menempuh cara pertama, pilih cara yang kedua. Bila gagal juga, pilih cara ketiga, dan seterusnya sampai kita berhasil mencapai tujuan yang diinginkan, walaupun cara yang harus ditempuh itu berputar kesana kesini, naik turun, dan ke kanan lalu ke kiri dulu. Boleh saja menempuh cara apapun, asalkan halal dan tidak merugikan orang lain, hehe. Hal ini tidak hanya berlaku untuk menghadapi ujian saat ini, tapi juga di waktu-waktu lain saat dihadapkan pada ujian kehidupan yang mengharuskan kita untuk mengambil satu pilihan.
Terakhir, apapun pilihan yang diambil, jangan lupa berdoa, berikhtiar, sabar, dan tawakal kepada Allah, karena hanya dengan mengingat-Nya kita bisa merasakan ketenangan, sesulit apapun kondisi hidup yang kita alami. Sukses buat 2010! :D Don't ever give up just try and try to get what you want
Ya Allah, berikanlah kekuatan padaku untuk tetap konsisten dengan ucapanku, amin..
Maret Kelabu Satu Tahun Lalu
Hari ini adalah tanggal terakhir di bulan Maret. Ya, tanggal 31 Maret. Meski satu tahun telah berlalu, peristiwa-peristiwa yang meninggalkan kisah sedih, tangis air mata, dan renungan kehidupan itu masih tersimpan dengan baik di dalam kepalaku. Maret 2009 adalah bulan kesedihan dan terburuk di dalam hidupku, meskipun sempat dibuka dengan kesenangan dan kegembiraan di awal bulan. Sepertinya Allah memiliki rencana bagiku pada bulan itu..
Meskipun bulan itu menjadi yang terburuk, tapi aku mendapatkan suatu teguran dan peringatan dari Allah swt. bahwa hidup tidaklah abadi dan suatu saat roda nasib akan berputar menjungkirbalikkan semuanya. Manusia menjalani hidup menuju masa depan yang gelap bersama harapan, usaha, dan doa sebagai penerang untuk menuju masa depan itu. Tapi manusia tetap merasa khawatir, takut, dan cemas karena adanya kuasa kehendak Allah yang kadang membuat kita kaget dan sadar bahwa dunia dan segala makhluknya bersifat fana. Itulah takdir, siapa yang tahu apa kehendak Allah? Tidak ada.
Bulan Maret 2009, kabar duka itu awalnya datang dari beberapa teman dan guru di sekolah. Seperti biasa, jika ada kabar penting atau kabar duka, pasti akan diumukan lewat pengeras suara yang ada di kelas-kelas. Tapi yang tidak biasa, bulan itu cukup banyak kabar duka yang disampaikan dalam waktu yang tidak jauh. Ada teman yang ayahnya wafat, lalu teman yang ibunya wafat menyusul ayahnya yang telah terlebih dahulu dipanggil sang Khalik satu tahun sebelumnya, teman yang kehilangan adik dan kakeknya akibat kecelakaan, dan guru yang ibunya dipanggil ke rahmatullah.
Aku mulai berpikir, "Ya Allah, ada apa dengan bulan ini? Apa maksud dari semua ini? Ini tidak seperti biasanya!". Di saat hatiku bertanya seperti itu dan belum mendapatkan jawabannya, peristiwa yang tak kalah membuatku terkejut terjadi lagi. Kali ini, musibah menimpa saudaraku. Rumahnya habis terbakar, sedangkan saudaraku yang saat itu duduk di bangku kelas XII akan menghadapi beberapa ujian penting beberapa hari ke depan. Aku sendiri menyaksikan habisnya rumah itu setelah ditelepon oleh saudaraku yang lain. Hanya sedikit barang yang bisa diselamatkan. Astaghfirullah..Hanya itu yang bisa aku ucapkan saat itu. Sepertinya aku mulai mendapatkan titik terang dan aku mencoba merenungi peristiwa menyedihkan yang dialami oleh orang-orang dekat di sekitarku.
Tapi, itu bukanlah yang terakhir. Di akhir bulan, lebih tepatnya pagi tanggal 1 April, aku mendapatkan kabar dari dua orang teman SMP yang memberitahuku bahwa ada salah satu temanku yang meninggal akibat kecelakaan. Temanku memberitahu lewat SMS yang kurang lebih bunyinya seperti ini:
Sore itu, kami semua, anak-anak Grobak 8, langsung datang melayat ke rumahnya dan mengucapkan salam perpisahan terakhir kami. Ayahnya tampak tegar, ibunya tetap menyambut kami meskipun matanya merah dan sembab menahan tangis, dan adiknya yang hanya terdiam di dalam rumah.
Kami semua disatukan kembali dengan perasaan duka yang mendalam. Umumnya teman-temanku sendiri masih tidak percaya jika dia telah pergi untuk selamanya secepat itu. Aku masih ingat saat salah satu temanku, Aban, mengikatkan syal angkatan Grobak 8 berwarna merah marun ke nisannya. Syal itu selalu kami bawa saat ada acara angkatan sebagai lambang kekompakan kami. Selamat jalan, Aji..
Selain itu, ada satu hal lagi yang membekas saat acara melayat itu. Ibunya membawakan puisi karya Aji dua minggu sebelum kematiannya dengan tema kerinduan kepada rasul. Entah itu tanda-tanda dia akan meninggalkan dunia untuk selamanya atau bukan, wallahu a'lam. Aku juga teringat kembali dengan cita-cita Aji yang ingin menjadi ustadz dan memperdalam ilmu keagamaan. Tapi, belum sempat dia mewujudkan cita-citanya ternyata Allah sudah berkehendak yang lain dengan memanggilnya ke sisi-Nya.
Dari semua peristiwa itu, aku menarik suatu benang merah bahwa harta, pangkat, jabatan, orang-orang yang dicintai, dan semua yang bersifat keduniawian tidaklah abadi. Suatu hari Allah akan mengambilnya dari tangan kita atau memberikan cobaan untuk menguji kita. Selain itu, selama kita masih ada umur, lakukan yang terbaik untuk dunia ini, karena kita adalah khalifah di muka bumi. Aku pernah mendengar ungkapan bijak, "Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya dan Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau mati esok hari". Terakhir, pasrah, tawakal, tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup. Barangkali, kesabaran menghadapi cobaan itu untuk menghapus dosa kita dan merenung sedikit saja tentang kehidupan ini.
Ini hanyalah sedikit pengalaman dalam hidupku yang ingin aku tulis sebagai bagian dari sejarah hidupku. Sejujurnya, aku sendiri hingga saat ini belum menjadi pribadi seperti yang telah dijelaskan di atas. Aku sendiri masih sering melakukan kesalahan dan kadang tak sanggup juga menghadapi benturan hidup ini. Seperti lagu Bimbo, pahala dan dosa bertarung untuk memperoleh tempat di dalam hati kita. Berdoa saja agar kita selalu berada dalam jalan yang benar dan diridhai Allah. Amin..
Mengenang Kembali Alm. Muhammad Zahiruddin Razi yang meninggal akibat kecelakaan di Jalan Laswi, 31 Maret 2009 dan mengenang bulan peringatan kematian dan kefanaan dunia yang begitu nyata
Meskipun bulan itu menjadi yang terburuk, tapi aku mendapatkan suatu teguran dan peringatan dari Allah swt. bahwa hidup tidaklah abadi dan suatu saat roda nasib akan berputar menjungkirbalikkan semuanya. Manusia menjalani hidup menuju masa depan yang gelap bersama harapan, usaha, dan doa sebagai penerang untuk menuju masa depan itu. Tapi manusia tetap merasa khawatir, takut, dan cemas karena adanya kuasa kehendak Allah yang kadang membuat kita kaget dan sadar bahwa dunia dan segala makhluknya bersifat fana. Itulah takdir, siapa yang tahu apa kehendak Allah? Tidak ada.
Bulan Maret 2009, kabar duka itu awalnya datang dari beberapa teman dan guru di sekolah. Seperti biasa, jika ada kabar penting atau kabar duka, pasti akan diumukan lewat pengeras suara yang ada di kelas-kelas. Tapi yang tidak biasa, bulan itu cukup banyak kabar duka yang disampaikan dalam waktu yang tidak jauh. Ada teman yang ayahnya wafat, lalu teman yang ibunya wafat menyusul ayahnya yang telah terlebih dahulu dipanggil sang Khalik satu tahun sebelumnya, teman yang kehilangan adik dan kakeknya akibat kecelakaan, dan guru yang ibunya dipanggil ke rahmatullah.
Aku mulai berpikir, "Ya Allah, ada apa dengan bulan ini? Apa maksud dari semua ini? Ini tidak seperti biasanya!". Di saat hatiku bertanya seperti itu dan belum mendapatkan jawabannya, peristiwa yang tak kalah membuatku terkejut terjadi lagi. Kali ini, musibah menimpa saudaraku. Rumahnya habis terbakar, sedangkan saudaraku yang saat itu duduk di bangku kelas XII akan menghadapi beberapa ujian penting beberapa hari ke depan. Aku sendiri menyaksikan habisnya rumah itu setelah ditelepon oleh saudaraku yang lain. Hanya sedikit barang yang bisa diselamatkan. Astaghfirullah..Hanya itu yang bisa aku ucapkan saat itu. Sepertinya aku mulai mendapatkan titik terang dan aku mencoba merenungi peristiwa menyedihkan yang dialami oleh orang-orang dekat di sekitarku.
Tapi, itu bukanlah yang terakhir. Di akhir bulan, lebih tepatnya pagi tanggal 1 April, aku mendapatkan kabar dari dua orang teman SMP yang memberitahuku bahwa ada salah satu temanku yang meninggal akibat kecelakaan. Temanku memberitahu lewat SMS yang kurang lebih bunyinya seperti ini:
"Innalillahi wa inna ilaihi ra'jiun. Telah berpulang ke rahmatullah, teman kita Aji.."Astaghfirullah! Aji? Aku langsung tidak bisa konsentrasi belajar di kelas dan aku berusaha mencari kabar yang pasti. Ternyata memang benar bahwa teman yang selama ini aku kenal sebagai anak yang shaleh, periang, polos, dan suka bercanda itu telah dipanggil oleh Yang Mahakuasa akibat kecelakaan yang dia alami sehari sebelumnya, tanggal 31 Maret 2009. Seketika itu badanku terasa lemas dan tak bergairah lagi. Dia yang paling muda di antara teman saat SMP, dia juga yang paling pertama mendahului kami semua. Ini bukanlah isapan jempol April Mop (keterlaluan juga kalau April Mop membawa-bawa nama kematian).
Sore itu, kami semua, anak-anak Grobak 8, langsung datang melayat ke rumahnya dan mengucapkan salam perpisahan terakhir kami. Ayahnya tampak tegar, ibunya tetap menyambut kami meskipun matanya merah dan sembab menahan tangis, dan adiknya yang hanya terdiam di dalam rumah.
Kami semua disatukan kembali dengan perasaan duka yang mendalam. Umumnya teman-temanku sendiri masih tidak percaya jika dia telah pergi untuk selamanya secepat itu. Aku masih ingat saat salah satu temanku, Aban, mengikatkan syal angkatan Grobak 8 berwarna merah marun ke nisannya. Syal itu selalu kami bawa saat ada acara angkatan sebagai lambang kekompakan kami. Selamat jalan, Aji..
Selain itu, ada satu hal lagi yang membekas saat acara melayat itu. Ibunya membawakan puisi karya Aji dua minggu sebelum kematiannya dengan tema kerinduan kepada rasul. Entah itu tanda-tanda dia akan meninggalkan dunia untuk selamanya atau bukan, wallahu a'lam. Aku juga teringat kembali dengan cita-cita Aji yang ingin menjadi ustadz dan memperdalam ilmu keagamaan. Tapi, belum sempat dia mewujudkan cita-citanya ternyata Allah sudah berkehendak yang lain dengan memanggilnya ke sisi-Nya.
Dari semua peristiwa itu, aku menarik suatu benang merah bahwa harta, pangkat, jabatan, orang-orang yang dicintai, dan semua yang bersifat keduniawian tidaklah abadi. Suatu hari Allah akan mengambilnya dari tangan kita atau memberikan cobaan untuk menguji kita. Selain itu, selama kita masih ada umur, lakukan yang terbaik untuk dunia ini, karena kita adalah khalifah di muka bumi. Aku pernah mendengar ungkapan bijak, "Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya dan Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau mati esok hari". Terakhir, pasrah, tawakal, tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup. Barangkali, kesabaran menghadapi cobaan itu untuk menghapus dosa kita dan merenung sedikit saja tentang kehidupan ini.
Ini hanyalah sedikit pengalaman dalam hidupku yang ingin aku tulis sebagai bagian dari sejarah hidupku. Sejujurnya, aku sendiri hingga saat ini belum menjadi pribadi seperti yang telah dijelaskan di atas. Aku sendiri masih sering melakukan kesalahan dan kadang tak sanggup juga menghadapi benturan hidup ini. Seperti lagu Bimbo, pahala dan dosa bertarung untuk memperoleh tempat di dalam hati kita. Berdoa saja agar kita selalu berada dalam jalan yang benar dan diridhai Allah. Amin..
Mengenang Kembali Alm. Muhammad Zahiruddin Razi yang meninggal akibat kecelakaan di Jalan Laswi, 31 Maret 2009 dan mengenang bulan peringatan kematian dan kefanaan dunia yang begitu nyata
Alhamdulillah, Akhirnya Muncul Juga :)
Masih ingat posting foto dengan judul 'photography session #18 'Look How They Shine For You'? Kalau misalnya sudah lupa, coba buka link ini untuk mengingatkan kembali ingatan kita: http://madmadahmad.blogspot.com/2009/11/photography-session-18-look-how-they.html
Memangnya ada apa dengan foto ini? Setelah sempat di-posting ke blog ini dan blog pribadi di tumblr (http://myscraptbookstory.tumblr.com), aku mencoba submit atau memberikan kontribusi posting di blog tumblr milik orang lain. Tujuannya untuk menunjukkan hasil karyaku kepada orang banyak dan memberikan sumbangan tentang keindahan bumi yang aku potret. Itu adalah salah satu cita-citaku untuk mewarnai dunia ini dengan keindahan dan karunia alam.
Aku mencoba berkontribusi di blog http://landscapelifescape.tumblr.com yang memang memuat foto-foto lanskap dan keindahan bumi ini. Sebelum posting aku bisa muncul di blog tersebut, tentunya aku harus menunggu persetujuan atau approval dari admin blog tersebut.
Awalnya aku kira admin blog itu tidak akan memuat posting aku ini, karena setelah ditunggu satu hari, posting aku belum muncul juga. Tapi, waktu aku membuka kembali tumblr hari ini, aku menemukan posting aku telah disetujui oleh admin blog itu! Yes, alhamdulillah :) Tidak kuduga, ternyata respon dan apresiasinya juga baik. Saat aku menulis tulisan ini, sudah ada 40 notes yang memberi tanda 'liked' dan 'reblog' untuk posting foto ini. Di antara itu, ada juga yang menambahkan komentar yang menurutku luar biasa.
Oh iya hampir lupa, kalau mau lihat posting foto ini di blog landscapelifescape, buka link ini: http://tumblr.com/xkd7y6xqf atau http://landscapelifescape.tumblr.com/post/480693831/yellow-sunset-at-tanah-lot-its-true-look-how
Thanks a lot for your support and appreciation! :)
Memangnya ada apa dengan foto ini? Setelah sempat di-posting ke blog ini dan blog pribadi di tumblr (http://myscraptbookstory.tumblr.com), aku mencoba submit atau memberikan kontribusi posting di blog tumblr milik orang lain. Tujuannya untuk menunjukkan hasil karyaku kepada orang banyak dan memberikan sumbangan tentang keindahan bumi yang aku potret. Itu adalah salah satu cita-citaku untuk mewarnai dunia ini dengan keindahan dan karunia alam.
Aku mencoba berkontribusi di blog http://landscapelifescape.tumblr.com yang memang memuat foto-foto lanskap dan keindahan bumi ini. Sebelum posting aku bisa muncul di blog tersebut, tentunya aku harus menunggu persetujuan atau approval dari admin blog tersebut.
Awalnya aku kira admin blog itu tidak akan memuat posting aku ini, karena setelah ditunggu satu hari, posting aku belum muncul juga. Tapi, waktu aku membuka kembali tumblr hari ini, aku menemukan posting aku telah disetujui oleh admin blog itu! Yes, alhamdulillah :) Tidak kuduga, ternyata respon dan apresiasinya juga baik. Saat aku menulis tulisan ini, sudah ada 40 notes yang memberi tanda 'liked' dan 'reblog' untuk posting foto ini. Di antara itu, ada juga yang menambahkan komentar yang menurutku luar biasa.
joiningtheparade reblogged this from landscapelifescape and added:Tentunya segala apresiasi dan kritik ini aku jadikan sebagai motivasi untuk terus menekuni dunia fotografi dan mewujudkan mimpiku. Ini baru langkah awal saja, karena untuk langkah selanjutnya masih ada banyak hal misteri (katakanlah begitu, karena masa depan memang misteri) yang menunggu di depan kita untuk dibuka.
SUPPPPPPPPPPPPPPPPPEEEEEEEEEEEERRRRRRR AWESOME!!! I love a good silhouette…okay erase that. I meant excellent.
Oh iya hampir lupa, kalau mau lihat posting foto ini di blog landscapelifescape, buka link ini: http://tumblr.com/xkd7y6xqf atau http://landscapelifescape.tumblr.com/post/480693831/yellow-sunset-at-tanah-lot-its-true-look-how
Thanks a lot for your support and appreciation! :)
Doa dan Pintaku
“Mulai hari ini intensif SIMAK UI pukul 18.30-21.15 WIB. Walaupun berat tapi harus ditempuh demi menggapai mimpi dan cita-cita. Ya Allah, berikanlah kekuatan serta kesabaran dalam menghadapi ujian ini dan berikanlah jalan yang terbaik bagiku untuk kulalui, amin.”
Ahmad Solihurrijal

